Perahu Kertas (Review) d(^_^)b

Leave a Comment
Selamat pagi sobat kostkuser........
yah waloupun postingnya malem-malem :D

Well, berhubung ahir-ahir ini perFilm-an Indonesia lagi booming-boomingnya sama sebuah film yang diambil dari sebuah Novel terkenal karya "Dee" siapa sih yang ga tau judulnya.. yup "Perahu Kertas". kalo dari judulnya, mungkin kita teringat sejenak sama mainan yang dulu kita pernah bikin sendiri dari lipetan kertas buku catetan kita.
 oke oke stop!!!. gue udah tau (kata si pembaca). well, intronya gausah lama-lama.

Bapak Kost mau sedikit Review nih, agak kaya nasi yang di diemin 2 hari sih sebenernya... tapi yah apa salahnya toh, :D

langsung ke topik utamanya aja.

Oiya film ini dibagi menjadi dua seri
Perahu Kertas & Perahu Kertas 2
ini Review Perahu kertas (satu).



Sinopsis
     Perahu Kertas mengisahkan pasang surut hubungan dua anak manusia, yaitu Kugy (Maudy Ayunda) dan Keenan (Adipati Dolken). Kisah bermula ketika mereka berdua kuliah di Bandung. Kugy, yang bercita-cita ingin menjadi penulis dongeng, kuliah di Fakultas Sastra.  Ia punya kebiasaaan unik, yaitu suka membuat perahu kertas yang kemudian dilarungkannya di sungai. Keenan, pelukis muda berbakat, dipaksa untuk kuliah di Fakultas Ekonomi oleh ayahnya. Bersama dengan sahabat Kugy sejak kecil, Noni (Sylvia Fully R), serta pacar Noni, yakni Eko (Fauzan Smith), yang juga adalah sepupu Keenan, mereka berempat menjadi geng kompak. 


Dari yang semula saling mengagumi, Kugy dan Keenan diam-diam saling jatuh cinta. Tapi berbagai hal menghalangi mereka. Salah satunya, Kugy sudah punya pacar, Ojos (Dion Wiyoko). Sedangkan Keenan mulai dekat dengan Wanda (Kymberly Ryder), karena dijodohkan oleh Noni. Kugy menjauhkan diri, dan tenggelam dalam kesibukannya menjadi guru di Sakola Alit, sekolah darurat di sebuah pedesaan pinggiran Bandung. Murid-muridnya yang lucu dan polos menjadi inspirasi Kugy menulis dongeng berjudul Jenderal Pilik dan Pasukan Alit. Hubungan Ojos dan Kugy putus, karena Ojos yang makin tak memahami Kugy. Tak hanya itu, persahabatan Kugy dan Noni pecah ketika Kugy, demi menjaga hatinya, tak datang pada pesta ulang tahun Noni yang diadakan di rumah Wanda.

Wanda berusaha membantu Keenan dengan menyertakan lukisannya ke pameran tahunan di Galeri Warsita, dengan bantuan Rani (Dee). Galeri ini dimiliki oleh Hans (Pierre Gruno), yang juga ayah Wanda. Karena lukisannya laku terjual, Keenan memutuskan berhenti kuliah dan yakin akan jalan hidupnya sebagai pelukis. Meski ibu Keenan, Lena (Ira Wibowo), cenderung mendukung minat Keenan melukis, ayah Keenan, Adri (August Melasz), marah besar dan mengusir Keenan. 


Keenan makin terpukul ketika mengetahui bahwa sebenarnya lukisannya tidak laku, tetapi dibeli oleh Wanda—semata-mata agar ia bisa lebih dekat dengan Keenan. Cita-cita Keenan menjadi pelukis kandas seketika. Dalam kondisi terpuruk, Keenan menemui Kugy di Sakola Alit. Kugy juga menunjukkan buku cerita Jenderal Pilik yang ia tulis. Keenan menceritakan kejadian yang menimpanya dan keputusannya berhenti melukis. Kugy kaget, karena selama ini Keenan menjadi penyemangatnya untuk menjadi penulis dongeng. Kugy tidak terima Keenan menyerah begitu saja, dan meninggalkan Keenan tanpa menyadari bukunya tertinggal. 

Keenan akhirnya pergi ke rumah Pak Wayan (Tyo Pakusadewo), seorang pelukis teman lama Lena, sekaligus mentor Keenan melukis. Dalam suasana hati yang gundah, kreatifitas melukis Keenan buntu. Luhde (Elyzia Mulachela), keponakan Pak Wayan, berhasil mengembalikan semangat Keenan. Keenan pun mulai melukis lagi, dengan sumber inspirasi buku cerita milik Kugy. Seorang kolektor langganan galeri Wayan bernama Remi (Reza Rahadian) menjadi pembeli pertama. 


Ingin cepat meninggalkan Bandung dan lingkungan lamanya, Kugy berjuang untuk lulus cepat. Begitu lulus sidang, kakak Kugy yang bernama Karel (Ben Kasyafani) membantu agar Kugy magang di biro iklan bernama AdVocaDo milik temannya, yaitu Remi. Prestasi kerja Kugy cemerlang, dan menarik perhatian Remi. Hubungan mereka berdua pun makin dekat. Tangan kanan Remi, Siska (Sharena), yang diam-diam menaruh hati pada Remi, tidak menyukai kehadiran Kugy. 

Peristiwa demi peristiwa kemudian menjalin, mempertemukan dan memisahkan hati, silih berganti antara Kugy, Keenan, Remi, Luhde, Wanda dan orang-orang lain di sekeliling mereka. Seperti perahu kertas yang mengalir di sungai, berayun-ayun mencari tambatan hati.

 Nah, ini nih Review Perahu Kertas 2-nya.

 Sinopsis

Keenan sudah memutuskan kembali tinggal di Jakarta dan melanjutkan bisnis keluarga akibat serangan stroke yang diderita ayahnya, Adri (August Melasz), menjalani hubungan kasih jarak jauh dengan Luhde (Elyzia Mulachela) yang tinggal di Bali. Sedangkan Kugy telah menjadi semakin dekat dengan Remi (Reza Rahadian), yang juga menjadi atasannya di biro iklan AdVocaDo. Keenan mengembalikan buku Jenderal Pilik kepada Kugy.

Buku tulisan tangan Kugy inilah yang telah menjadi sumber ilham lukisan-lukisannya. Tak hanya itu, pertemuan kembali Keenan dan Kugy memunculkan kembali ide mereka berdua: Kugy menulis cerita anak, dan Keenan membuatkan ilustrasinya. Akibatnya, prestasi kerja Kugy merosot drastis, sehingga menjadi alasan bagi Siska (Sharena) untuk mengkritik kedekatan Kugy dan Remi. Remi memberinya cincin untuk membuktikan keseriusannya.

Sepulang dari Bali, Kugy mencoba untuk menghindar dari Keenan dan Remi, menenangkan diri ke rumah Karel (Ben Kasyafani), kakaknya. Keenan yang merasa kehilangan pun mencari Kugy. Lewat Noni, Keenan mengetahui bahwa dulu Kugy menjauhkan diri dari Keenan, dan juga Noni serta EKo, adalah karena sebenarnya Kugy mencintai Keenan, tetapi terhalang oleh kedekatan Keenan dan Wanda (Kimberly Ryder). Keenan memutuskan untuk menemui Kugy untuk menuntaskan perasaan-perasaan terpendam mereka.

Tetapi, peristiwa demi peristiwa kemudian menjalin, mempertemukan dan memisahkan hati, silih berganti antara Kugy, Keenan, Remi, Luhde, dan juga Siska beserta orang- orang lain di sekeliling mereka. Bahkan juga membuka bagaimana hubungan Pak Wayan dan kedua orang tua Keenan, Lena (Ira Wibowo) dan Adri. Perahu kertas yang mengalir di sungai, berayun-ayun mencari tambatan hati.

 koleksi gambar bapak kost lainnya klik disini

Thanks to.
www.trinityproduction.com
https://twitter.com/PerahuKertas
http://www.megindo.net/cinemags/filmindonesia/perahu-kertas/


Next PostPosting Lebih Baru Previous PostPosting Lama Beranda

0 komentar: